ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU DAN BAYI PADA MASA INTRA NATAL






http://www.dunia-kes.com/

PROSES PERSALINAN

Persalinan adalah proses pergerakan keluar janin,
plasenta, dan membran dari dalam rahim melalui jalan lahir. Berbagai
perubahan terjadi pada sistem reproduksi wanita dalam hitungan hari dan
minggu sebelum persalinan dimulai.



ADAPTASI TERHADAP PERSALINAN

Ibu
dan janin harus beradaptasi secara anatomis dan fisiologis selama
proses persalinan. Pengkajian ibu dan janin yang akurat membutuhkan
pengetahuan tentang adaptasi yang diharapkan terjadi



ADAPTASI JANIN :

•Denyut jantung janin

Pemantauan
djj memberi informasi yang dapat dipercaya dan dapat digunakan untuk
memprediksi keadaan janin yang berkaitan dengan oksigenasi,djj rata-rata
pada aterm adalah 140 denyut / menit,batas normalnya adalah 110 sampai
160 denyut / menit.Pada kehamilan yang lebih muda djj lebih tinggi
dengan nilai rata-rata 160 denyut / menit

•Sirkulasi darah janin

Sirkulasi
darah janin dapat dipengaruhi oleh banyak faktor,diantaranya adalah
posisi ibu,kontraksi uterus,tekanan darah dan aliran darah tali
pusat,kebanyakan apabila janin yang sehat mampu mengompensasi stres
ini,biasanya aliran darah tali pusat tidak terganggu oleh kontraksi
uterus atau posisi janin

•Pernafasan dan gerakan janin

Pada waktu
persalinan pervaginam 7 sampai 42 ml air ketuban diperas keluar dari
paru-paru, tekanan oksigen janin menurun, tekanan karbondioksida arteri
meningkat,gerakan janin masih sama seperti masa kehamilan tetapi akan
menurun setelah ketuban pecah



ADAPTASI IBU :

•Perubahan kardiovaskuler

Perubahan
pada sistem kardiovaskuler wanita selama proses persalinan,pada setiap
kontraksi 400 ml darah akan dikeluarkan dari uterus dan masuk ke sistem
vaskuler ibu,hal ini akan meningkatkan curah jantung sekitar 10% sampai
15% pada tahap pertama persalinan dan sekitar 30% sampai 50% pada tahap
kedua persalinan,untuk mengantisipasi perubahan tekanan darah,ada
beberpa faktor yang mengubah tekanan darah ibu.Aliran darah yang menurun
pada arteri uterus akibat kontraksi dialirkan kembali ke pembuluh darah
perifer,timbul tahana perifer,tekanan darah meningkat dan frekwensi
denyut nadi menurun.Pada persalinan tahap pertama,kontraksi uterus
meningkatkan tekanan sistolik 10 mmHg sedangkan pada tahap kedua sekitar
30 mmHg dan tekanan diastolik sampai 25 mmHg.



•Perubahan pernafasan

Peningkatan
aktivitas fisik dan peningkatan pemakaian oksigen terlihat dari
peningkatan frekuensi pernafasan,pada tahap kedua persalinan jika ibu
tidak diberi obat-obatan maka ia akan memakai oksigen hampir dua kali
lipat

•Perubahan pada ginjal

Pada trimester kedua kandung kemih
menjadi organ abdomen,apabila terisi,kandung kemih akan teraba diatas
simpisis pubis.Selama persalinan wanita dapat mengalami kesulitan
berkemih secara spontan akibat berbagai alasan : edema jaringan akibat
tekanan bagian presentasi,perasaan tidak nyaman dan rasa malu

•Perubahan integumen

Adaptasi
sistem integumen jelas terlihat khususnya pada daerah introitus
vagina,meskipun daerah itu dapat meregang namun dapat terjadi
robekan-robekan kecil pada kulit sekitar introitus vagina sekalipun
tidak dilakukan episiotomi atau tidak terjadi laserasi

•Perubahan muskuloskeletal

Sistem
ini mengalami stres selama persalinan,nyeri punggung dan nyeri sendi
terjadi sebagai akibat semakin renggangnya sendi pada masa aterm,proses
persalinan itu sendiri dan gerakan meluruskan jari-jari kaki dapat
menimbulkan kram tungkai

•Perubahan neurologi

Sistem neurologi
menunjukkan bahwa timbul stres dan rasa tidak nyaman selama
persalinan,perubahan sensoris terjadi saat memasuki tahap persalinan
pertama dan masuk ke tahap berikutnya

•Perubahan pencernaan

Persalinan
mempengaruhi sistem saluran cerna ,bibir dan mulut menjadi kering
akibat bernafas lewat mulut ,dehidrasi dan sebagai respons emosi
terhadap persalinan.selama persalinan motilitas dan absorpsi saluran
cerna menurun dan pada waktu pengosongan lambung menjadi
lambat,seringkali ada rasa mual dan memuntahkan makanan yang belum
dicerna,mual dan sendawa juga terjadi sebagai respons refleks terhadap
dilatasi serviks lengkap.

•Perubahan endokrin

Sistem endokrin
aktif selama persalinan,awal persalinan dapat diakibatkan penurunan
kadar progesteron dan peningkatan kadar estrogen,prostaglandin dan
oksitosin,metabolisme meningkat dan kadar glukosa darah dapat menurun
akibat proses persalinan



FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAJUAN PERSALINAN DAN KELAHIRAN

•Usia Ibu

•Berat badan ibu

•Jarak kelahiran

•Berat bayi dan usia gestasi

•Posisi fetus

•Kondisi selaput ketuban

•Tempat menempelnya plasenta

•Faktor psikologi



KEKUATAN PERSALINAN

•Passage

•Passenger

•Power

•Psikologi



PASSAGE : PANGGUL

*Tulang panggul terdiri dari sepasang tulang innominata ( ilium,iskium,pubis ),sakrum dan koksigis

* Bidang panggul : pap,bidang tengah panggul dan pintu bawah panggul



PASSENGER : FETUS

•Berat janin,tapsiran berat janin TFU(cm)-12 x 155

•Letak,presentasi,posisi

Letak yaitu hubungan sumbu panjang ibu dengan sumbu panjang janin,dimana janinnya bisa melintang atau memanjang

Presentasi yaitu bagian terendah janin yang berada di pap; kepala,bokong.bahu,muka

Posisi yaitu hubungan presentasi dengan kanan kiri ibu

•Station yaitu turunnya bagian terendah janin di pap

•Sinclitismus dan asynclitismus

•Moulage



POWER : KONTRAKSI UTERUS

•Teori mulainya persalinan

•Kontraksi uterus,karakteristik,durasi,intensitas,frekuensi

•Perubahan uterus selama persalinan,perkembangan semen,pembukaan dan penipisan serviks

PSIKOLOGIS

Sikap negatif terhadap peralinan dipengaruhi oleh:

•Persalinan sebagai ancaman terhadap keamanan

•Persalinan sebagai ancaman pada self-image

•Medikasi persalinan

•Nyeri persalinan dan kelahiran



ASUHAN KEPERAWATAN INTRANATAL



Beberapa definisi

•Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar

•Partus immaturus adalah partus kurang 28 minggu lebih 20 minggu dengan berat janin antara 500-1000 gram

•Partus
prematurus adalah suatu partus dari hasil konsepsi yang dapat hidup
tetapi belum a term ( cukup bulan ) dengan berat antara 1000-2500 gram
atau tua kehamilan antara 28-36 minggu

•Partus postmaturus atau serotinus adalah partus yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu partus yang ditentukan

•Partus
biasa atau partus fisiologis adalah partus bayi lahir dengan presentasi
belakang kepala tanpa memakai alat atau pertolongan istimewa serta
tidak melukai ibu dan bayi dan umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.

•Partus
pathologis atau partus abnormal adalah bayi dilahirkan pervaginam
dengan cunam atau ekstraksi vacum,dekapitasi,embriotomi.



Proses
persalinan adalah saat yang menegangkan dan mencemaskan bagi wanita dan
keluarganya. Pada kebanyakan wanita, persalinan dimulai saat terjadinya
kontraksi uterus pertama dan dilanjutkan dengan kerja keras selama
jam-jam dilatasi dan melahirkan,perawatan ditujukan untuk mendukung
wanita dan keluarganya dalam melalui proses persalinan



Berlangsungnya persalinan normal

Persalinan dibagi menjadi 4 kala :

KALA
I disebut juga kala pembukaan,dimulai dari mulai adanya his yang
progresif,teratur yang meningkat kekuatan ,frekwensi dan durasi,ibu
mengeluarkan dicapai hasil yang optimal bagi semua yang terlibat.

Persalinan dibagi dalam 4 kala lendir bercampur darah.Kala I ini dibagi 2 fase :

•Fase laten berlangsung selama 8 jam,pembukaan sangat lambat sampai pembukaan servix 3 cm

•Fase aktif;fase ini dibagi 3 fase lagi:

Fase akselerasi,dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm jadi 4 cm

Fase dilatasi maksimal,dalam waktu 2 jam pembukaan 4 cm menjadi 9 cm

Fase deselarasi,dalam waktu 2 jam pembukaan 9 cm menjadi lengkap



Fase-fase tersebut dijumpai pada primigravida,pada multigravida fase laten,fase aktif fase deselerasi lebih pendek



KALA
II disebut juga kala pengeluaran, dimana pada tahap ini janin
dikeluarkan, tahapI ini dimulai dari dilatasi serviks lengkap(10 cm) dan
berakhir dengan lahirnya bayi



Tanda obyektif yang pasti tahap
kedua persalinan dimulai adalah melalui pemeriksaan dalam.Ada
tanda-tanda lain yang menunjukkan tahap kedua dimulai adalah sebagai
berikut :

1.Muncul keringat tiba-tiba diatas bibir

2.Adanya muntah

3.Aliran darah ( show ) meningkat

4.Ekstremitas bergetar

5.Semakin gelisah

6.Usaha ingin mengedan

Tanda-tanda ini seringkali muncul pada saat serviks berdilatasi lengkap

Pemantauan
yang kontinyu pada tahap kedua dan mekanisme persalinan,respons
fisiologis dan respons emosi ibu serta respons janin terhadap stres.



UPAYA MENGEDAN

Saat
kepala janin mencapai dasar panggul,secara otomatis akan ada rasa ingin
mengedan,usaha mengedan adalah respons refleks involunter terhadap
tekanan bagian presentasi pada reseptor regangan otot panggul



MEKANISME PERSALINAN

Posisi untuk melahirkan dapat berupa posisi SIMS,posisi DORSAL,atau posisi LITOTOMI



Pada
saat akan mulai persalinan,vulva dicuci kemudian memberi semangat untuk
mengedan apabila ada his,DJJ dipantau setiap 15 menit ,pada saat
serviks telah berdilatasi lengkap terjadilah penurunan kepala,kepala
akan maju setiap ada his dan sedikit naik ke atas pada saat tidak ada
his,penurunan berlangsung konstan dan pada akhir tahap kedua kepala
akan mencapai dasar panggul,penonjolan perinium terjadi pada saat tahap
penurunan yaitu pada saat bagian presentasi janin menekan
perineum,kepala makin lama makin turun setiap kali mengedan,tetapi
crowning baru terjadi jika bagian terlebar kepala ( diameter biparietal
)meregang vulva sesaat sebelum melahirkan.Sesaat sebelum melahirkan
perineum sangat teregang,apabila perlu dilakukan episiotomi inilah
saatnya untuk melakukan supaya kerusakan jaringan lunak minimal,kepala
dilahirkan melalui ekstensi dan setelah lahir akan kembali ke posisi
semula,bahu berotasi di dalam sehingga berada pada diameter antero
posterior pangguk,terlihat rotasi eksternal kepala.



Kelahiran Kepala

Pertama-tama
muncul verteks,diikuti dahi,muka,dagu dan leher,kecepatan kelahiran
kepala harus dikendalikan karena kelahiran kepala yang mendadak dapat
mengakibatkan robekan yang hebat sampai ke sfingter ani atau sampai ke
rectum ibu, ada 3 usaha untuk mengendalikan kelahiran kepala :

1.Memberi
tekanan ke arah rektum,menarik ke bawah untuk membantu fleksi kepala
sewaktu kepala bagian belakang berada di bawah simfisis pubis

2.Memberi
tekanan ke arah atas dari daerah koksigeus untuk meluruskan kepala
sewaktu kelahiran sebenarnya berlangsung sehingga otot perineum
terlindung

3.Membantu ibu untuk mengendalikan usaha mengedan dengan memimpinnya bernafas pendek dan cepat.



Tali
pusat sering melilit leher,tetapi jarang sampai ketat sehingga
menimbulkan hipoksia,tali pusat harus diregangkan,lendir dan darah pada
saluran hidung dan mulut dapat menghambat bayi untuk bernafas,untuk itu
bisa dipakai kasa untuk mengusap hidung dan mulut,kemudian pompa
dimasukan ke dalam mulut dan orofaring

Kelahiran Bahu

Sebelum
dapat dilahirkan bahu harus masuk ke dalam pintu atas panggul,rotasi
internal bahu harus lebih dahulu disertai restitusi dan rotasi eksternal
kepala,sehingga bahu sekarang ada dalam diameter anteroposterior pintu
atas panggul,kepala ditarik ke bawah untuk melahirkan bahu
anterior,kemudian bahu ditarik ke atas untuk melahirkan bahu posterior



Kelahiran Tubuh dan Ekstremitas

Ekspulsi
dikendalikan sehingga dapat berlangsung perlahan-lahan,sewaktu fleksi
lateral berlangsung tangan bawah menahan berat bayi untuk mencegah
trauma perineum,sedikit rotasi tubuh kearah kanan atau kiri membantu
kelahiran,setelah bayi lahir maka dinilai APGAR pada 1 menit
pertama,kemudian tali pusat diklem dan dipotong dan dinilai APGAR pada 5
menit kedua



KALA III

Tahap ketiga persalinan berlangsung
sejak bayi lahir sampai plasenta lahir,tujuan penanganan kala III adalah
pelepasan dan pengeluaran plasenta yang aman



Plasenta melekat
pada lapisan desidua,setelah janin dilahirkan dengan adanya kontraksi
uterus yang kuat,sisi plasenta akan jauh lebih kecil sehingga tonjolan
vili akan pecah dan plasenta akan lepas dari perlekatannya

Tanda-tanda plasenta sudah lepas :

1.Fundus yang berkontraksi kuat

2.Perubahan bentuk uterus dari bentuk cakram menjadi bentuk oval bulat,sewaktu plasenta bergerak kebagian segmen bawah

3.Darah berwarna gelap keluar dengan tiba-tiba dari introitus

4.Tali pusat bertambah panjang dengan majunya plasenta mendekati introitus



Ada 3 cara untuk menentukan plasenta sudah lepas :

1.Strassman
yaitu dengan cara tangan kanan meregangkan atau menarik tali
pusat,tangan kiri mengetuk fundus uteri apabila plasenta belum lepas
maka tali pusat akan bergetar

2.Kustner yaitu tangan kanan
meregangkan atau menarik sedikit tali pusat ,tangan kiri menekan diatas
simfisisbagian apabila tali pusat bertambah panjang berarti plasenta
sudah lepas

3.Klein yaitu klien disuruh mengedan apabila tali pusat keluar dan tidak masuk lagi berarti plasenta sudah lepas



Ada 2 cara pelepasan plasenta yaitu :

1.Menurut Schultze yaitu pelepasan plasenta dari tengah atau sentral

2.Menurut Duncan yaitu pelepasan plasenta dari sisi plasenta atau marginal



Pada
waktu mengeluarkan plasenta dilakukan dengan hati-hati,setelah bayi
lahir selama 6 sampai 15 menit,bila plasenta telah lepas spontan maka
dilihat bahwa uterus berkontraksi dan terdorong keatas,dengan tekana
ringan pada fundus uteru plasenta akan mudah dilahirkan tanpa menyuruh
mengedan.



Perasat crede dengan cara memijat uterus seperti
memeras jeruk agar supaya plasenta lepas dari dinding uterus cara ini
hanya dapat digunakan spabila terjadi perdarahan,setelah plasenta lahir
harus diteliti apakah kotiledon-kotiledon lengkap atau masih tertinggal
dalam kavum uteri,apabila telah selesai maka selanjutnya dilakukan
penjahitan luka perineum.



KALA IV

Kala IV atau kala observasi
dimulai dari plasenta lahir sampai 2 jam,dengan cara ini diharapkan
kejadian perdarahan post partum bisa dhindari.



Ada 7 pokok penting sebelum meninggalkan ibu post partum :

1.Kontraksi uterus harus baik.

2.Tidak ada perdarahan dari vagina atau perdarahan-perdarahan dalam alat genitalia lainnya

3.Plasenta atau selaput ketuban harus sudah lahir lengkap

4.Kandung kemih harus kosong

5.Luka pada perineum terawat dengan baik dan tidak ada hematoma

6.Bayi dalam keadaan baik

7.Ibu dalam keadaan baik,nadi dan tekanan darah baik,tidak ada keluhan sakit kepala atau enek.



PERSALINAN PATOLOGI

Distosia
didefinisikan sebagai persalinan yang panjang,sulit atau abnormal yang
timbul akibat berbagai kondisi yang berhubungan dengan lima faktor
persalinan

1.Persalinan disfungsional akibat kontraksi uterus yang tidak efektif atau akibat upaya mengedan ibu

2.Perubahan struktur pelvis

3.Sebab-sebab pada janin melalui kelainan presentasi atau kelainan posisi,bayi besar dan jumlah janin

4.Posisi ibu selama persalinan dan melahirkan

5.Respons psikologis ibu terhadap persalinan yang berhubungan dengan pengalaman,persiapan,budaya serta sistem pendukung



PERSALINAN DISFUNGSONAL

Disfungsi
kontraksi uterus lebih jauh dapat dijelaskan sebagai disfungsi
kontraksi uterus primer dan sekunder atau disfungsi uterus hipertonik
dimana kecemasan muncul ketika pertamakali mengalami kontraksi uterus
yang nyeri,disfungsi uterus ini tidak akan mengalami pendataran atau
dilatasi



Distosia Pelvis

Distosia pelvis dapat menyertai
terjadinya kontraktur diameter pelvis yang mengurangi kapasitas tulang
pelvis,termasuk pintu atas panggul,panggul tengah dan pintu bawah
panggul



Kontraktur pintu atas panggul dapat ditegakkan bila konjugata vera kurang dari 11,5 cm.



Kontraktur
panggul tengah merupakan penyebab umum terjadinya distosia pelvis,dapat
ditegakkan bila diameter sagitalis posterieor panggul tengah kurang
atau sama dengan 13,5 cm,penurunan janin tertahan karena kepala tidak
dapat melakukan putaran paksi dalam.



Kontraktur pintu bawah panggul jarang terjadi



Sebab pada janin

Anomali
:asites yang besar,hidrosefalus adalah kelainan janin yang dapat
menyebabkan distosia,kelainan ini dapat mempengaruhi hubungan antomi
janin dengan kapasitas pelvis maternal,sehingga janin janin gagal
menuruni jalan lahir

Disproforsi Sefalopelvis atau disproforsi fetopelvis yang berhubungan dengan ukuran janin yang berlebihan.



Malposisi
yang paling umum adalah posisi oksipitoposterior,biasanya persalinan
menjadi lama pada kala II,ibu mengeluh nyeri punggung akibat tekanan
pada sakrum

Malpresentasi Janin : presentasi bokong ,selama
persaslinan penurunan kepala bisa melambat karena bokong tidak cukup
baik berdilatasi seperti kepala janin.

Kehamilan multi janin adalah kehamilan kembar dua atau tiga



Posisi Ibu

Hubungan
fungsional antara kontraksi uterus,janin dan panggul ibu berubah akibat
perubahan posisi ibu,selain itu pengaturan posisi dapat memberi
kauntungan atau kerugian mekanisme persalinan dengan mengubah efek
gravitasi dan hubungan antara bagian-bagian tubuh yang penting bagi
kemajuan persalinan



Respons Psikologis

Hormon yang dilepas
sebagai respons terhadap stress dapat menyebabkan distosia,sumber stres
berbeda pada setiap individu tetapi nyeri dan tidak adanya pendukung
merupkan faktor yang mempengaruhi,tirah baring dan membatasi gerak akan
menambah stres psikologis yang berpotensi menambah stres
fisiologis,apabila rasa cemas berlebihan akan menghambat dilatasi
serviks normal.





ADAPTASI BAYI BARU LAHIR TERHADAP KEHIDUPAN DI LUAR KANDUNGAN



Suhu tubuh

Setiap
kali prosedur dilakukan,upayakan untuk mencegah dan mengurangi
hilangnya panas pada bayi baru lahir,stres dingin akan mengganggu
kesehatan bayi baru lahir,suhu axila harus diukur setiap jam sampai
temperatur stabil,Pada jam ke 12 temperatur bayi harus stabil dan berada
dalam rentang normal(termoregulasi),pada waktu bayi lahir segera
keringkan dan dibungkus dengan selimut hangat,bayai dapat diletakkan
diatas abdomen atau dada ibu,apabila tidak bersama ibu selama satu
sampai dua jam setelah lahir,bayi dikeringkan di atas pemanas dengan
tubuh telanjang sampai temperaturnya stabil

Menghangatkan Bayi yang mengalami Hipotermia

Menghangatkan
bayi hipotermia dilakukan dengan hati-hati,menghangatkan atau
mendinginkan bayi dengan cepat dapat menyebabkan bayi mengalami apnoe
dan asidosisi,oleh karena itu proses penghangatan dipantau supaya
berlangsung secara perlahan selama dujam sampai empat jam



Suplai oksigen yang adekuat

Mempertahankan jalan nafas yang paten merupakan tujuan utama selama proses kelahiran berlangsung.

Kondisi yang penting untuk mempertahankan suplai oksigen yang adekuat :

1.Jalan nafas bersih

2.Usaha bernafas

3.Sisten cardiopulmoner berfungsi

4.Dukungan panas



Mempertahankan bersihan jalan nafas

Pada
umumnya bayi yang alhir cukup bulan dan lahir pervaginam tidak
mengalami kesulitan untuk membersihkan jalan nafas,bayi dipertahankan
dalam posisi berbaring miring,apabila ditemukan banyak lendir,bagian
kaki dapat ditinggikan sedikit dan orofaring disedot dengan alt
penghisap.



Nutrisi ( pemberian ASI )

Bayi dapat disusui segera
setelah lahir atau sekurang-kurangnya dalam 4 jam setelah lahir dan
pastikan refleks hisap dan menelan baik



PEMERIKSAAN FISIK PADA IBU MASA INTRANATAL



ANAMNESA

•Selamat pagi,siang atau malam, bu?

•Perkenalkan nama saya Zr…..,nama ibu siapa? Nama suami ibu siapa?

•Berapa umur ibu? Pekerjaan dan alamat

•Apa yang ibu rasakan saat ini?

•Seberapa besar ibu merasakannya dan pada daerah mana yang ibu rasakan?

•Kapan gejala mulai timbul,berapa lama yang dirasakan ?

•Kehamilan yang keberapa dan pernah keguguran?

•Kehamilan sebelumnya ibu melahirkan dimana?(apabila ibu sudah pernah melahirkan)

•Apakah normal melahirkannya?

•Berat badan bayi ibu waktu lahir berapa?

•Apakah tadi sudah ada cairan yang keluar?

PEMERIKSAAN FISIK

1.Penampilan umum klien ( kesadaran,postur tubuh dan penampilan)

2.Tanda-tanda vital ( tekanan darah dan nadi monitor tiap 1 jam,pernafasan dan temperatur monitor tiap 4 jam )

3.TB dan BB saat ini dan sebelum hamil

4.Muka dan kepala ( rambut,mata,kloasma,gigi dan mulut )

5.Leher ( kelenjar tiroid dan JVP )

6.Dada
( jantung,paru dan payudara ),jantung inspeksi dan palpasi untuk
mengetahui ketidaknormalandenyutan,auskultasi untuk mengetahui bunyi
jantung.Paru inspeksi dada saat bernafas,bentuk dada,frekwensi
pernafasan,perkusi bunyi nafas,auskultasi aliran dan suara
nafas.Payudara inspeksi ukuran,bentuk,warna areola,penonjolan
putting,palpasi untuk mengetahui adanya nyeri atau adanya benjolan

7.Abdomen ( observasi bising usus,Leopold dan DJJ )

•Inspeksi bentuk perut ada bekas operasi atau tidak,gerakan perut saat inspirasi dan ekspirasi,auskultasi dengar bising usus



•Palpasi dengan cara Leopold :

Leopold I : untuk menentukan tuanya kehamilan dan bagian apa yang ada di fundus



Leopold II: untuk menentukan di mana letak punggung janin dan menentukan DJJ

Leopold III: untuk menentukan apa yang terdapat di bagian bawah dan apakah sudah masuk PAP belum

Leopold IV: untuk menentukan sejauh mana bagian bawah janin masuk PAP

8.Ekstremitas ( edema.varices dan refleks patela )

9.Vulva dan vagina ( varices, edema, keluaran, bila keluaran darah segar jangan dilakukan periksa dalam )

Untuk PD sebelumnya lakukan Vulva hygiene ;

*
Masukan jari telunjuk dan jari tengah ke vagina,rotasi tangan sehingga
ibu jari berada di atas,tangan yang lain berada di fundus

* Nilai
jalan lahir apakah ada kelainan atau tidak,jari dapat meraba
serviks,kemudian menilai : Portio dan serviks apakah ada dilatasi atau
belum,nilai selaput ketuban,presentasi,posisi,station,maulage,kondisi
panggul

* Keluarkan jari dan jelaskan hasilnya kepada klien,keringkan perineum.

10. Moulage : Jika 0 = sutura tidak mendekat dapat lahir spontan

- 1 = sutura mendekat dapat lahir spontan

- 2 = sutura bertumpuk lahir tidak normal,dengan vacum

11.
Pembukaan serviks : pembesaran osteum eksternum lengkap 10 cm, bibir
portio pendek dan rata, SBR,serviks dan vagina satu saluran



PENGELOLAAN KALA I,II,III DAN IV



KALA I

Tahap pertama persalinan dimulai dengan kontraksi uterus yang teratur dan diakhiri dengan dilatasi serviks:

•Awitan kontraksi uterus yang progresif,teratur yang meningkat kekuatan ,frekwensi dan durasinya

•Rabas vagina yang mengandung darah

•Rabas cairan pada vagina

Pengkajian

Pengkajian
dilakukan pada waktu pertama kali kontak,formulir penerimaan dapat
memberi arahan untuk memperoleh informasi penting dari klien yang akan
melahirkan:

1.Catatan prenatal untuk mengidentifikasi kebutuhan dan
resiko individu,misalnya ibu yang berusia 14 dan 40 tahun memiliki
kebutuhan yang spesifik yang berbeda dan usia mereka memberi risiko
masalah yang berbeda pula,hubungan tinggi dan berat badan juga penting
diketahui untuk mengidentifikasi risiko CPD,faktor lain adalah kesehatan
umum,kondisi medis,status pernafasan dan riwayat pembedahan,riwayat
obstetri dan kehamilan masa lalu dan saa ini,perdarahan
pervaginam,hipertensi akibat kehamilan,anemia,DM dan penyakit infeksi
lainnya

2.Wawancara keluhan atau alasan ibu datang,diminta untuk menjelaskan hal-hal sebagai berikut :

* Frekwensi dan lama kontraksi

* Lokasi dan karakteristik rasa tidak nyaman akibat adanya kontraksi

* Menetapnya kontraksi meskipun terjadi perubahan posisi

* Keberadaan dan karakter rabas atau show dari vagina

* Status membran amnion,misalnya semburan atau rembesan cairan

3.Faktor-faktor
Psikososial, penampilan dan perilaku secara keseluruhan merupakan
petunjuk yang berharga tentang jenis dukungan yang diperlukan,faktor
yang perlu dikaji adalah sebagai berikut :

* Interaksi verbal :
dapatkah ibu meminta apa yang ibu perlukan,apakah ibu bebas berbicara
kepada petugas atau hanya berespons terhadap pertanyaan

* Bahasa tubuh : apakah ibu santai atau tegang,sejauh mana tingkat kecemasannya

*
Kemampuan persepsi : apakah ibu memahami apa yang petugas
katakan,adakah hambatan dalam bahasa,apakah tingkat kecemasannya
membutuhkan penjelasan

* Tingkat ketidaknyamanan : sejauh mana ibu
mengekspresikan apa yang dialami,apakah mengeluh tentang
ketidaknyamanan,apakah meminta suatu tindakan untuk mengurangi
ketidaknyamanan

* Stres dalam persalinan : tingkat kekhawatiran pada proses persalinan sering diutarakan mengenai diri dan janinnya

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan
awal menentukan waktu dimulainya persalinan sejati,hasil pemeriksaan
merupakan dasar pengkajian kemajuan persalinan,pemeriksaan fisik awal
mencakup pemeriksaan sistem umum,perasat Leopold,DJJ,kontraksi
uterus,pemeriksaan vagina untuk mengetahui dilatasi dan penipisan
serviks dan status membran amnion

Pengkajian pada kala I yang cermat memberi arahan pilihan dan tindakan keperawatan yang perlu diterapkan

Kala I dibagi dalam 2 fase :

1.Fase latent pembukaan 0-3 cm berlangsung 7-8 jam

2.Fase aktif :

* Akselerasi 3-4 cm berlangsung 2 jam

* Dilatasi maksimal 4-9 cm berlangsung 2 jam

* Deselerasi 9-10 cm berlangsung 2 jam

Selaput
ketuban dapat pecah dengan spontan setiap saat selama proses
persalinan,DJJ harus diobservasi setelah terjadi ketuban pecah

1.Warna
: cairan amnion dalam kondisi normal berwarna seperti jerami dan dapat
mengandung serpihan verniks kaseosa,cairan amnion yang berwarna
kekuningan menunjukkan adanya hipoksia janin yang terjadi 36 jam atau
lebih sebelum ketuban pecah,cairan amnion yang berwarna anggur minuman (
kemerahan ) dapat menunjukkan plasenta lepas dini,cairan amnion yang
bercampur mekonium merupakan hal yang normal bagi presentasi
sungsang,apabila pada presentasi kepala kemungkinan setelah bayi lahir
mempunyai resiko gangguan pernafasan

2.Karakter : cairan amnion dalam
keadaan normal mempunyai konsistensi seperti air dan baunya tidak
menyengat,apabila baunya menyengat dan cairan menjadi kental perlu
dicurigai adanya infeksi

3.Jumlah : dalam keadaan normal volume cairan amnion berkisar antara 500-1200 ml

Tanda masalah yang potensial

Pengkajian
temuan berfungsi sebagi dasar evaluasi kemajuan yang dialami selama
proses kala I persalinan,meskipun beberapa komplikasi persalinan telah
diantisipasi tetapi komplikasi lain baru dapat dilihat pada waktu
persalinan.

Masalah yang mungkin terjadi :

1.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan pada kala I

2.Perubahan eliminasi urine

3.Nyeri yang berhubungan dengan kontraksi yang kuat

4.Defisit volume cairan yang berhubungan dengan kurangnya asupan cairan

5.Gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan presentasi janin,status selaput ketuban,pemantauan janin

6.Koping keluarga tidak efektif yang berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang tindakan yang akan dilakukan

Rencana Keperawatan :

1.Tingkatkan nutrisi dan hidrasi

2.Suppotr ibu untuk berkemih minimal tiap 2 jam.

3.Tingkatkan penggunaan tehnik pernafasan terfokus,tawarkan untuk pengurutan

4.Tingkatkan asupan cairan melalui oral ataupun IV

5.Dorong ambulasi dan perubahan posisi

6.Dorong
pendukung untuk berpartisipasi dengan memberi kata-kata yang menghibur
dan melakukan tindakan untuk mengurangi rasa nyeri dan membuat rileks



Ambulasi dan Pengaturan Posisi

Ambulasi
sedapat mungkin dianjurkan jika selaput ketuban masih utuh,jika bagian
presentasi janin sudah masuk panggul ( engaged ) setelah ketuban
ruptur,duduk atau berdiri selama awal persalinan terbukti lebih nyaman
daripada berbaring

Ambulasi dikontraindikasikan sesuai dengan status
ibu dan janin,apabila berbaring di tempat tidur ibu dianjurkan
berbaring miring untuk membantu aliran uteroplasental dan aliran darah
ginjal optimal



Upaya dukungan

Perawatan untuk ibu bersalin dilakukan dengan :

•Membantu ibu berpartisipasi sejauh yang diinginkan dalam melahirkan anaknya

•Memenuhi harapan ibu akan hasil skhir persalinannya

•Membantu ibu menghemat tenaganya

•Membantu mengendalikan rasa nyerinya

Suami / Pasangan selama proses persalinan

Suami
adalah pasangan istri yang mendukungnya dalam proses persalinan,peran
suami sangat ideal sebagai pemimpin persalinan,diharapkan untuk membantu
secara aktif dalam menghadapi persalinan

Banyak rumah sakit
mendorong suami untuk hadir selama persalinan dan melahirkan karena
peran suami sangat berarti bagi ibu yang akan bersalin

Dukungan orang tua selama proses persalinan

Adalah
penting mendukung orang tua dan memperlakukan mereka dengan hormat
terutama dalam situasi di mana mereka menggantikan suami sebagai
pemimpin persalinan,mereka mungkin memiliki cara untuk meredakan nyeri
berdasarkan pengalamannya

Saudara kandung bayi selama proses persalinan

Persiapan
untuk menerima seorang anak baru akan membantu proses ikatan
bathin,persiapan menghadapi persalinan ibu dan partisipasi anak di
dalamnya dapat membantu anak yang lebih besar untuk menerima perubahan
ini,usia dan tingkat perkembangan anak mempengaruhi respons mereka oleh
karena itu persiapan harus memenuhi kebutuhan setiap anak



KALA II



Kala
dua persalinan adalah dimana tahap janin dilahirkan,tahap ini dimulai
dari dilatasi serviks lengkap dan berakhir dengan lahirnya bayi,tahap
ini terdiri dari 2 atau 3 fase,fase-fase ini ditandai dengan perilaku
verbal dan nonverbal,kondisi aktivitas uterus,keinginan untuk mengedan
dan penurunan janin.

Fase pertama dimulai ketika ibu menyatakan ingin
mengedan biasanya pada puncak kontraksi,ibu mengeluhkan peningkatan
nyeri,tetapi diantara kontraksi akan tengan dan akan memejamkan mata

Fase
kedua ibu semakin ingin mengedan dan sering kali mengubah posisinya
untuk mencari posisi mengedan yang lebih nyaman,usaha mengedan akan
lebih ritmik dan seringkali memberi tahu awal kontraksi dan semakin
bersuara sewaktu mengedan

Fase ketiga bagian presentasi sudah berada di perineum dan usaha mengedan menjadi paling efektif untuk melahirkan

Pengkajian

Tanda
obyektif yang pasti bahwa tahap kedua persalinan telah dimulai adalah
melalui pemeriksaan dalam,tanda-tanda lain yang menunjukkan tahap kedua
telah dimulai adalah :

•Muncul keringat yang tiba-tiba di atas bibir

•Adanya muntah

•Aliran darah meningkat

•Ekstremitas bergetar

•Semakin gelisah dan ada pernyataan saya tidak kuat

•Usaha mengedan yang semakin kuat

Tanda-tanda ini muncul saat serviks berdilatasi lengkap



Durasi tahap kedua



Kala
II yang berlangsung lebih dari 2 jam pada kehamilan pertama dan 1,5 jam
pada kehamilan berikutnya dianggap abnormal dan harus melakukan
kolaborasi,faktor lain yang harus dipertimbangkan adalah pola
DJJ,penurunan presentasi,kualitas kontraksi uterus.

Masalah keperawatan

1.Nyeri yang berhubungan dengan usaha mengedan dan distensi perineum

2.Ansietas berhubungan dengan ketidakmampuan mengendalikan defekasi saat mengedan

3.Resiko tinggi cedera pada ibu yang berhubungan dengan posisi tungkai ibu pada penopang kaki tidak tepat

4.Koping
individu tidak efektif yang berhubungan dengan pengarahan persalinan
yang berlawanan dengan keinginan fisiologis ibu untuk mengedan



Rencana keperawatan

1.Dukung ibu untuk mengedan

2.Atur posisi dorsal untuk menurunkan tingkat leserasi perineum,ibu merasa nyaman karena telapak kaki menekan

3.Tingkatkan pengetahuan ibu tentang cara-cara mengedan yang benar



MEKANISME PERSALINAN

Bentuk
dan diameter panggul wanita berebeda,bagian presentasi janin menempati
jalan lahir dalam proporsi yang besar supaya dapat dilahirkan,janin
harus beradaptasi dengan jalan lahir selama proses penurunan.Apabila
diameter biparietal kepala melewati PAP berarti kepala telah menancap
pada PAP ( enggaged ),segera setelah kepala yang turun tertahan oleh
serviks,dinding panggul atau dasar panggul dalam keadaan normal fleksi
terjadi dengan diameter suboksipitobregmatika(9,5cm) dapat masuk kedalam
pintu bawah panggul,supaya kepala janin bisa keluar maka kepala janin
melakukan rotasi atau putaran paksi dalam,saat kepala janin mencapai
perineum kepala akan depleksi kearah anterior,mula-mula oksiput melewati
permukaan bawah simpisis pubis,kemudian kepala muncul keluar akibat
ekstensi pertama-tama oksiput kemudian wajah dan akhirnya dagu,setelah
kepala lahir,bayi berputar,putaran paksi luar terjadi saat bahu engaged
dan turun dengan gerakan mirip dengan gerakan kepala,kepala dipegang
secara biparietal ditarik ke anterior untuk melahirkan bahu posterior
dan ditarik kearah posterior untuk melahirkan bahu bahu anterior sampai
bebas keluar dari introitus vagina,setelah bahu keluar,kepala dan bahu
diangkat ke atas tulang pubis ibu dan bayi badan bayi
dikeluarkan,kemudian lakukan penilaian APGAR SCORE dan penghisapan
lendir,maka berakhirlah persalinan tahap kedua

Pengkajian pada bayi

Saat kepala bayi lahir cek adanya lilitan tali pusat atau komplikasi lainnya,perhatikan adanya distosia bahu

Masalah keperawatan pada bayi

1.Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b/d aspirasi cairan

2.Resiko tinggi cedera pada bayi b/d lahir terlalu cepat



Rencana keperawatan

1.Bebaskan jalan nafas,lakukan bonding attachment

2.Bantu persalinan kepala,lahirkan bahu dan tubuh bayi



KALA III



Tahap
ketiga persalinan dimulai sejak bayi lahir sampai plasenta lahir,tujuan
penanganan tahap ketiga persalinan adalah pelepasan dan ekspulsi
plasenta segera yang dicapai dengan cara yang paling mudah dan paling
aman,setelah bayi lahir dengan adanya kontraksi uterus yang kuat,sisi
plasenta akan jauh lebih kecil sehingga tonjolan vili akan pecah dan
plasenta akan lepas dari perlekatannya,dalam keadaan normal lima sampai
tujuh menit setelah kelahiran bayi plasenta akan lahir,pelepasan
plasenta diindikasikan dengan tanda-tanda sebagai berikut :

1.Fundus yang berkontraksi kuat

2.Perubahan bentuk uterus dari bentuk cakram menjadi bulat oval,sewaktu plasenta bergeser ke bawah segmen rahim

3.Darah yang berwarna gelap tiba-tiba keluar dari introitus

4.Tali pusat bertambah panjang dengan mendekati introitus

5.Vagina akan penuh oleh plasenta

Setelah
dicek,plasenta sudah lepas dari perlekatannya,tangan kanan memegang
tali pusat dan tangan kiri menekan fundus secara perlahan tali pusat
ditarik kemudian tangan kiri menekan simpisisi pubis,plasenta dilahirkan
tanpa ibu mengedan,setelah plasenta lahir periksa kotiledon dan
selaputnya,ketika tahap ketiga selesai robekan diperbaiki atau jika ada
luka episiotomi maka robekan tersebut dipebaiki dan setelah selesai
vulva dibersihkan dengan perlahan-lahan dan pembalut dipasangkan

Keluarga pada tahap ketiga

Kebanyakan
orang tua akan merasa senang jika dapat memegang,menggendong dan
membersihkan bayi setelah lahir,tubuh ibu akan bersentuhan dengan tubuh
bayi akan mempertahankan suhu tubuh bayi



Masalah ke[erawatan

1.Resiko tinggi infeksi b/d trauma jalan lahir

2.Resiko tinggi cedera b/d inversio uteri

3.Resiko tinggi kurangnya volume cairan b/d perdarahan

Rencana keperawatan

1.Pertahankan tehnik aseptik dan alat-alat steril

2.Lakukan massage fundus uteri,jika diperlukan beri uterotonika

3.Ukur darah yang hilang,beri uterotonika



Episiotomi

Episiotomi adalah insisi pada perineum untuk memperbesar mulut vagina,manfaat episiotomi :

1.mencegah
robekan perineum,insisi yang bersih dan dilakukan pada posisi yang
benar akan lebih cepat sembuh daripada robekan yang tidak teratur

2.Mengurangi
regangan otot penyangga kandung kemih atau rektum yang terlalu kuat
yang bisa menyebabkan inkontinensia urine atau prolaps vagina

3.Mengurangi tahap kedua yang mungkin penting bagi ibu

4.Memperbesar vagina jika diperlukan

Jenis episiotomi ditentukan berdasarkan tempat dan arah insisi

•Episiotomi
garis medial palin sering dilakukan dan mudah diperbaiki dan biasanya
nyeri yang timbul lebih ringan,kadang-kadang dapat terjadi perluasan
melalui perluasan ke sfingter rectum

•Episiotomi mediolateral
dilakukan pada persalinan dengan tindakan jika ada kemungkinan terjadi
perluasan ke posterior,meskipun dengan demikian robekan derajat empat
dapat dihindari,tetapi robekan derajat tiga dapat terjadi,selain itu
jika dibandingkan dengan episiotomi medial,kehilangan darah akan lebih
banyak dan perbaikan lebih sulit dan lebih nyeri



Laserasi

Laserasi perineum biasanya terjadi sewaktu kepala janin dilahirkan,luas robekan didefinisikan berdasarkan kedalaman robekan :

1.Derajat pertama ,robekan mencapai kulit dan jaringan penunjang superfisial sampai ke otot

2.Derajat dua,robekan mencapai otot-otot perineum

3.Derajat tiga,robekan berlanjut ke otot sfingter ani

4.Derajat empat,robekan mencapai dinding rektum anterior

Laserasui
vagina sering menyertai robekan perineum,robekan vagina cenderung
mencapai dinding lateral dan jika cukup dalam dapat mencapai levator ani

Cedera
serviks dapat terjadi jika serviks beretraksi melalui kepala janin yang
keluar,laserasi yang luas dapat terjadi pada usaha yang tergesa-gesa
untuk memperluas pembukaan serviks.



KALA IV

Tahap ke empat
persalinan ( tahap pemulihan ) merupakan periode yang kritis untuk ibu
dan bayi yang baru lahir,selama 2 jam pertama setelah
melahirkan,organ-organ ibu mengalami penyesuaian terhadap keadaan
sebelum hamil dan sistem tubuh mulai stabil



Pengkajian

Pengkajian
dimulai dengan meninjau kembali catatan prenatal dan persalinan,hal
yang paling penting adalah keadaan-keadaan yang dapat menyebabkan
predisposisi perdarahan pada ibu,misalnya :

•Persalinan yang cepat

•Bayi yang bnesar

•Grande multipara

•Persalinan dengan induksi

Faktor-faktor ini merupakan bahaya yang mungkin terjadi pada persalinan tahap keempat

Selama
jam pertama dalam ruang pemulihan perlu dilakukan pemeriksaan fisik
dengan sering,semua faktor kecuali suhu tubuh diperiksa setiap 15 menit
selama 1 jam,setelah pemeriksaan setiap 15 menit yang keempat,jika semua
parameter stabil dalam batas-batas normal,pemeriksaan diulang lagi
sebanyak 2 kali setiap 30 menit



Masalah keperawatan

1.Resti kurangnya volume cairan b/d relaksasi uterus setelah persalinan

2.Retensi urine b/d dampak persalinan pada sensasi berkemih

3.Nyeri b/d gangguan integritas kulit akibat persalinan

4.Resti cedera ibu b/d ambulasi dini



Rencana keperawatan

1.Kaji kontraksi uterus,palpasi uterus,cegah perdarahan,kaji jumlah perdarahan

2.Cegah distensi kandung kemih,palpasi kandung kemih,support untuk miksi secara alami,bila gagal lakukan kateterisasi

3.Kaji tingkat nyeri,anjurkan untuk relaksasi,beri analgetika

4.Pertahankan keamanan,yakinkan kondisi ibu stabil saat akan ambulasi dini



Mencegah perdarahan

Perdarahan
pasca partum dianggap terjadi jika kehilangan darah mencapai 500 ml
atau lebih dalam 24 jam pertama setelah melahirkan,tanda-tanda vital
harus diperiksa,dicatat dan harus dalam batas normal,uterus harus sering
dipalpasi untuk memastikan uterus tidak berisi darah,pemberian
uterotonika dan melakukan masage uterus bisa meningkatkan kontraksi
uterus sehingga perdarahan bisa diatasi





Mencegah distensi kandung kemih

Distensi
kandung kemih bisa terjadi pada atonia uteri,kandung kemih yang penuh
akan menekan uterus ke atas dan kesebelah garis kanan bawah ,posisi ini
akan menyebabkan uterus relaksasi akibatnya terjadi perdarahan,dorong
ibu untuk berkemih spontan



Menjaga keamanan

Ibu dibiarkan
beristirahat dengan nyaman ditempat tidur,perlu banyak istirahat agar
sistem tubuhnya dapat beradaptasi kembali terhadap perubahan volume
cairan,pada waktu akan melakukan ambulasi dapat dilakukan dalam 2 jam
pertama atau tergantung pada tekanan darah,jumlah kehilangan darah jenis
dan jumlah obat anestesi dan analgesia yang diberikan selama persalinan
kelahiran, tingkat nyeri yang jelas terlihat waktu ibu bergerak.



Mempertahankan kenyamanan

Kontraksi
uterus dapat menimbulkan tingkat kenyamanan dan rasa tidak enak yang
dikenal sebagai nyeri pasca melahirkan (afterpain)

Selama 2 jam
pertama setelah melahirkan kontraksi uterus menjadi teratur dan
kuat,untuk membantu memberi rasa tidak nyaman, melakukan hal-hal berikut
:

1.Menjelaskan fisiologi normal nyeri setelah melahirkan

2.Menolong ibu mempertahankan kandung kemih kosong

3.Menempatkan selimut hangat di atas perut ibu

4.Memberi analgesik

5.Anjurkan latihan relaksasi dan pernafasan



Menjaga kebersihan

Perawatan
perineum akan menambah kenyamanan dan keamanan ibu ( pencegahan infeksi
),dianjurkan untuk mengganti pembalut setiap kali ke kamar mandi



Mempertahankan keseimbangan cairan dan nutrisi

Pembatasan
asupan cairan dan nutrisi serta kehilangan cairan ( darah,keringat dan
muntah ) selama proses persalinan dapat membuat tiba-tiba ingin segera
makan dan minum setelah melahirkan,jenis makanan dan cairan yang
diberikan tergantung pada beberapa faktor ,seperti jenis anestesi yang
diberikan,jumlah perdarahan yang hilang waktu melahirkan.
Previous
Next Post »